5.3 Suasana Akademik

A. kebijakan tentang suasana akademik

Kebijakan tentang suasana akademik telah termaktub pada Statuta UIN Raden Fatah berdasarkan PMA RI Nomor: 62 Tahun 2015 Bab III paragraf 1 tentang kebebasan akademik dan otonomi keilmuan.

a. otonomi keilmuan

Bahwa otonomi keilmuan disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan penelitian utama. Untuk mengejawantahkan kebijakan pengembangan keilmuan berdasarkan otonomi keilmuan ini ditegaskan dalam Statuta UIN Raden Fatah Bab III Pasal 12 ayat 4 yantg menyatakan bahwa “Otonomi keilmuan merupakan otonomi civitas akademika pada suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menemukan,  mengembangkan, mengungkapkan, dan/atau mempertahankan kebenaran ilmiah menurut kaidah, metode keilmuan dan budaya akademik”. Pascasarjana dalam mengimplementasikan kebijakan ini, melaksanakan proses pengembangan kurikulum dan mendesain program pengembangan akademik melalui kegiatan ilmiah.

b. kebebasan akademik

Mengenai kebebasan akademik ditegaskan dalam Statuta Bab III Pasal 12 ayat 2 dan 3. Dalam ayat 2 dinyatakan “Kebebasan akademik merupakan kebebasan civitas akademika pada universitas untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab melalui pelaksanaan Tri dharma perguruan tinggi. Pascasarjana dalam mengejawantahkan kebijakan ini dapat menyelenggarakan kegiatan ilmiah dalam bentuk mengeluarkan pandangan-pandangan ilmiah disertai referensi dan analisis yang dibenarkan menurut kaidah-kaidah ilmiah dalam suasana  suasana yang bebas berpendapat dan mengemukakan ide dan gagasan ilmiah secara bertanggung jawab.

c. kebebasan mimbar akademik

Kebebasan mimbar akademik ditegaskan dalam Statuta UIN Raden Fatah  Bab III Pasal 12 ayat 3 yang menjelaskan tentang kewenangan dosen yang memiliki otoritas dan wibawa ilmiah untuk menyatakan secara terbuka dan bertanggung jawab mengenai sesuatu yang berkenaan dengan rumpun ilmu dan cabang ilmunya. Melalui kegiatan penelitian para dosen dapat secara bebas menggunakan kemampuan dan kompetensi ilmiahnya untuk memahami berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat secara mandiri dan bertanggung jawab.  Selain itu, para dosen dengan otoritas keilmuannya dan kemampuan analisis secara metodologis dapat melakukan critical thinking terhadap konsep, teori, dan gagasan yang berkembang.

B. penyediaan sarana dan prasarana

Pascasarjana memiliki prasarana dan sarana pembelajaran yang cukup memadai meliputi ruang kuliah, lapangan untuk praktikum dan riset yang didukung oleh alat yang memadai dan instrumen yang mutakhir.

  • Lapangan tersebut meliputi: Lapangan Bola, Lapangan Futsal, Lapangan Basket, Lapangan tenis dan lapangan volley.

 

  • Ruang kuliah sudah dilengkapi dengan LCD dengan ruang AC sehingga nyaman dan suasana mendukung untuk perkuliahan. Selain itu, terdapat perpustakaan pascasarjana di lantai 3 dengan fasilitas Hot Spot/WIFI UIN Raden Fatah

 

  • Memiliki laboratorium komputer dan laboratorium bahasa sebagai pendukung soft skill yang menginduk pada pusat bahasa dan PUSTIPD

 

  • Memiliki ruang seminar dengan kapasitas 100 orang dan ruang ujian tersendiri. Dosen dan mahasiswa dapat berinteraksi di ruang tunggu dosen dan ruang tunggu mahasiswa dengan area yang aman. Fasilitas parkir dengan sistem one gate system.

 

  • Di samping itu juga terdapat fasilitas hotspot, ruang baca, ruang administrasi, dan tempat ibadah.

 

  • puskesmas/klinik kesehatan

 

  • masjid

Interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya terjadi pada saat proses pembelajaran formal, melainkan juga melalui berbagai kegiatan informal dan kegiatan kemahasiswaan.

C. Dukungan Dana

Seperti yang tertuang dalam UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang mengatur tentang pendanaan dan pembiayaan dijelaskan bahwa Pendidikan tinggi dapat memperoleh pendanaan dari berbagai sumber yaitu dari APBN, APBD, Masyarakat, Perguruan Tinggi dan Mahasiswa untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Pemerintah pusat melalui kementerian terkait setiap tahunnya telah mengalokasikan dana Pendidikan melalui mekanisme APBN. Sedangkan dari mahasiswa, pendanaan diatur sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Pada Pascasarjana UIN Raden Fatah sumber pendanaan tercatat ke dalam dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga satuan kerja Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Meskipun pada dasarnya alokasi dana tersebut merupakan dana pendidikan dari mahasiswa yang disetor ke rekening Penerimaan UIN Raden Fatah. Selain itu, sejak Tahun 2014 Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang  juga menjadi bagian dalam program 5000 Doktor Kementerian Agama RI sehingga mendapat bantuan dana dari DIPA Kemenag RI Setiap Tahun untuk penyelenggaraan Program tersebut.

D. Kegiatan akademik yang mendorong interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa untuk pengembangan  perilaku kecendekiawanan.

Upaya yang dilakukan pascasarjana untuk mengembangkan perilaku kecendekiawanan sudah dilakukan dengan sangat baik. Pascasarjana  sebagai lembaga akademik selalu mengembangkan perilaku menghargai kebebasan berpikir, perbedaan pendapat, yang diiringi dengan sikap tanggung jawab terhadap permasalahan yang terjadi baik di lingkungan kampus maupun di luar. Untuk mengembangkan kemampuan berfikir dan keahlian, dilakukan beberapa kegiatan di antaranya:

  1. Melibatkan pengelola, dosen, dan mahasiswa pascasarjana pada kegiatan menanam pohon di areal kampus baru UIN Raden Fatah di Jakabaring;
  2. Melakukan kegiatan penggalangan dana untuk membantu korban bencana alam seperti gempa bumi di Palu. Kegiatan penggalangan ini dilaksanakan di halaman pascasarjana;
  3. Mengutus dosen untuk mengikuti Pelatihan Metodologi Penelitian Berbasis Kompetitif dan yang diselenggarakan oleh LP2M. Kegiatan ini dilakukan upaya meningkatkan reputasi akademik seorang dosen dan institusi;
  4. Mengutus pengelola pascasarjana mengikuti kegiatan kepanduan seperti kegiatan Kartika Karya Bakti Pramuka yang ke 21 di Kota Lubuklinggau untuk mengembangkan diri dan berkarya aktif dan inovatif untuk mengembangkan sikap kecendiakawanan;
  5. Mengirim dosen  mengikuti program Post Doctoral Research di Universitas Sultan Sharif Ali Brunai Darussalam. Melalui kegiatan post doctoral  ini para dosen memiliki sikap akademik mengenai keragaman etnis dan pola-pola sosial budaya di negara lain;
  6. Mengirim dosen mengikuti kegiatan Global Seminar tentang Strengthening of Family in Global Challenges. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola Prodi Studi Islam yaitu Dr. Anisa Astrid, M.Pd. dan Dr. Abdurrahmansyah, M.Ag. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Family Action Center (FAC) The University of Newcastel, Australia. Program ini diselenggarakan untuk memfasilitasi komunitas, membangun ketahanan individu dan masyarakat, koordinasi dukungan pengembangan kapasitas (NDIS), Melibatkan dan menghubungkan dengan beragam komunitas, mengidentifikasi dan memobilisasi aset dan kekuatan individu dan masyarakat;
  7. Mengirim dosen pascasarjana untuk mengikuti kegiatan-kegiatan akademik baik seperti kegiatan seminar, lokakarya, workshop dan kegiatan lainnya baik sebagai penyaji, pembicara maupun peserta dan Setiap dosen menjadi anggota asosiasi ilmiah dan didorong untuk mengikuti berbagai kegiatan ilmiah. Kegiatan AICIS yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama RI setiap tahun selalu diikuti oleh dosen pascasarjana termasuk Prodi Studi Islam;
  8. Pelibatan mahasiswa dalam kegiatan ilmiah telah banyak dilakukan. Kegiatan tersebut meliputi keikutsertaan dalam presentasi maupun penyelenggaraan seminar ilmiah, lokakarya, pelatihan merupakan upaya memperkenalkan mereka dengan dunia kecendekiawanan. Dengan pelibatan tersebut mahasiswa akan mampu mempelajari kaidah-kaidah ilmiah, memaparkan dan mempertahankannya dalam forum ilmiah di tingkat lokal, nasional maupun internasional dan;
  9. Menugaskan Dr. Muhammad Noupal, M.Ag untuk ikut mempresentasikan makalah ilmiahnya dalam Konferensi Internasional di Iran dengan judul makalah “Peranan Sayyid di Indonesia dalam Pengembangan Ilmu dan Pengetahuan di Indonesia” pada bulan Mei 2018. Sebagai pemateri dan sekaligus peserta, Dr. Muhammad Noupal, M.Ag bersama dengan Dr. Muhammad Zain, MA dari Kementerian Agama menyampaikan informasi tentang perkembangan ilmu di Indonesia kepada para peserta yang berasal dari seluruh dunia.
X